Jebakan

 "rrr rrrr"

Lagi-lagi ponselku bergetar tanda adanya pesan masuk. Aku kira pesan darimu, tetapi tenyata bukan, siapa ya yang mengirim pesan malam-malam begini?.


     "hai Lea. Kantor lo di Roxy ya?"


Muncul sebuah nama yang sepertinya tidak asing.


     "Iya di Roxy. Kenapa?"

     "Wah tumben cepet dibalesnya. Ini gue mau kirim barang lo,
       kebetulan gue mau kirim titipan sepupu gue di Roxy"

 
Hmm, rasanya aku melakukan kesalahan dengan membalas pesannya secepat itu. Kira-kira sudah 3 kali dengan jangka waktu setiap 2 tahun dia menanyakan kabarku. Tetapi aku tidak pernah membalasnya, kalaupun ku balas pasti aku menghilang begitu saja. Tetapi karena sekarang dia mengirim pesan karena aku memesan barang ke dia, maka aku balas pesannya.


     "Oh gitu, jadi lo mau kirim ke kantor gue?"
     "Gue mau ajak lo ketemuan sekalian hehe. Bisa?"


Damn! aku rasa seperti masuk ke perangkap!.  Gimana tidak? ini bukan kali pertama dia mengajakku ketemuan. Mungkin ini sudah yang ke-3 kalinya. Sebelumnya aku selalu mencari alasan setiap diajak ketemu. Aku kira dia akan mengirimkan paketnya dengan jasa pengiriman barang.
Beberapa hal terlintas dipikiranku, apakah aku harus mengiyakan ajakannya dia? jika ku tolak lagi pasti dia berpikir aku terlalu banyak mencari alasan. Tetapi jika aku menerima ajakan dia, bagaimana dengan pacarku? dia pasti akan marah. Habislah aku.

Akhirnya dengan spontan aku membalas pesannya.

     "Oh gitu, jadi lo sekalian mau ke tempat sepupu lo. Emang mau ketemu dimana?"

Sial! Bukannya menolak secara halus, justru kalimat akhir itu membuat aku seolah-olah menerima ajakan dia.

     "Di deket kantor lo aja. Central Park deket kantor lo kan?"
     "Iya. Mau kapan?"
     "Besok pulang kantor free?"
     "Ya, boleh"
     "Ok, see u!"


Postingan populer dari blog ini

Goodbye A

Thank You