Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Kota Bercahaya

Gambar
Pagi ini aku terbangun di kota bercahaya. bukan, bukan karena kota ini diterangi banyak lampu. tapi memang julukan kota ini adalah "kota bercahaya". ini adalah kampung halamanku, banyak hal dan tempat menarik di sini hanya saja belum ter expose, sehingga tidak banyak orang yang tau. rencana pagiku kali ini adalah berwisata ke Pantai Srandil. sudah lama sekali aku tidak menjajakkan kaki di sini. aku tidak ingat kapan terakhir kali, yang aku ingat hanyalah pasir putihnya yang hangat. seperti sudah lama sekali waktu tidak membawaku ke sini. tempat ini begitu tenang. matahari seperti menyelimuti sehingga terasa hangat. angin seperti berbisik mendongeng agar tetap tenang. tetapi tidak lepas dari nuansa mistik, begitulah karakteristik pantai ini. jika berjalan sedikit menjauhi pantai, suasana teduh mulai terasa, terdapat pohon-pohon rindang di sekitar jalan. begitu sejuk, rasanya begitu damai. ...

Tell me your true name

Seperti burung elang di langit  Kamu pergi melawan angin  di langit hanya kamu sendiri Aku melihat ke langit dan menangis  Kepada kamu yang tinggal sendiri di sana  Tolong beritahu aku nama sejati kamu  Jika suatu hari kamu pergi, aku akan mengingatmu  Ketika kamu pergi...  Lagu kamu mengisi relung hatiku Dan aku.... akan menyanyikannya  Dimana ada perpisahan  Pasti ada pertemuan Aku takkan melupakanmu.... -Aoi Teshima-
aku rindu mendengar kisah tentang pagimu, tentang sarapanmu, atau tentang acara tv pagimu. juga tentang pesan singkatmu padaku di pagi hari, seperti "selamat pagi, udah bangun belum?" singkat namun mampu membuat lengkungan di bibirku. atau tentang siangmu yang ada saja kisah lucunya setiap hari. dan bagaimana dengan soremu? bukan, ini bukan mengenai band sore yang kau idolakan. tapi tentang sore kita yang kita lalui bersama, walau hanya sekedar duduk santai menikmati angin dan matahari. begitu tenangnya hingga kamu tersandar di pundakku. dan juga tentang malammu, yang mengusikku, namun dengan ajaibnya, mampu membuatku terjaga. berbagi cerita sepanjang hari, menertawai malam berganti pagi, menangisi hujan di malam hari. kamu tak lagi bercerita, seperti sudah lenyap dibawa hujan. sehari..... dua hari...... tiga minggu....... empat bulan........ mungkin nanti pikirku. ...